Kembali ke Blog Back to Blog
odooteachingpersonal

Batch Pertama, Banyak yang Salah

· 2 min read ID

Batch pertama, saya buka pertanyaan selebar-lebarnya. Kapan saja peserta mau nanya, saya persilakan langsung. Niatnya baik, biar kelas terasa interaktif, tidak kaku.

Hasilnya malah sebaliknya. Satu pertanyaan bikin saya keluar jalur, nyambung ke pertanyaan lain yang tidak nyambung, dan materi yang harusnya selesai satu jam jadi molor hampir dua jam lebih. Peserta yang datang buat ikuti alur belajar dari awal sampai akhir ikut kebawa berantakan.


Sekarang beda. Materi saya tuntaskan dulu sampai selesai. Kalau ada yang mau nanya di tengah jalan, silakan tulis di kolom komentar. Nanti dijawab satu-satu di sesi tanya jawab, setelah semua materi tersampaikan.

Simpel, tapi efeknya besar. Alur belajar tidak putus-putus, pertanyaan tetap terjawab, cuma waktunya digeser ke akhir.


Ada juga hal yang lebih teknis. Batch pertama saya masih pakai mic headset biasa. Suaranya kadang pecah, kadang kebawa backsound dari luar.

Sekarang mic-nya sudah saya ganti yang lebih layak. Terdengar sepele, tapi buat sesi online dua sampai tiga jam, kualitas suara ikut menentukan seberapa lama orang bisa bertahan fokus dengar.


Satu kebiasaan yang saya pertahankan dari batch pertama: minta rekaman tiap sesi buat ditonton ulang sendiri. Dari situ ketahuan hal-hal yang tidak kerasa waktu ngajar langsung, cara menjelaskan yang muter-muter, jeda yang kelamaan, atau bagian yang keliatan saya sendiri kurang yakin.


Tidak ada satupun dari ini yang butuh pengalaman bertahun-tahun buat disadari. Cuma butuh batch pertama yang tidak bagus, rekaman buat ditonton ulang, dan kemauan buat evaluasi setelahnya.