6 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Mulai Project Odoo
Checklist gratis, biar project Odoo kamu gak salah arah di tengah jalan.
Community atau Enterprise, mana yang cocok
Banyak yang mentok di sini: Community gratis tapi takut kurang fitur, Enterprise lengkap tapi ada biaya lisensi tiap bulan. Keputusannya harusnya berdasarkan fitur yang benar-benar kepakai (accounting, reporting, manufacturing, dll), bukan cuma soal gratis atau tidaknya.
Kejelasan proses bisnis yang mau dicakup
Odoo itu luas. Tanpa batasan proses yang jelas (misal cuma sales & inventory dulu, bukan seluruh operasional), scope gampang melebar dan project jadi molor.
Mana yang cukup modul standar, mana yang perlu custom
Banyak kebutuhan yang terasa "unik" padahal sudah tercover modul standar Odoo. Custom development yang gak perlu cuma nambah biaya dan waktu maintenance ke depan.
Kualitas data yang akan dimigrasi
Data lama (Excel, sistem lain) sering berantakan: duplikat, format gak konsisten, referensi yang udah gak valid. Ini yang biasanya paling makan waktu, bukan konfigurasi Odoo-nya sendiri.
Key user atau champion dari tim internal
Project butuh orang di internal yang paham proses bisnis sehari-hari dan bisa jadi penghubung ke tim development. Tanpa ini, requirement gampang salah tangkap.
Budget dan timeline yang realistis untuk scope yang diinginkan
Scope besar dengan budget/waktu kecil biasanya berakhir dengan kompromi kualitas atau project yang gak selesai-selesai. Lebih baik sepakati dulu scope minimum yang benar-benar penting.
Masih ragu dari mana mulainya, atau mau bahas 6 poin ini buat kasus spesifik kamu? Konsultasi satu jam bisa bantu bikin arah yang jelas sebelum development jalan.
Lihat Detail Konsultasi